MENARI
Menari adalah perjalanan jiwa yang tak pernah berhenti. Saat pertama kali melangkahkan kaki ke panggung, rasanya campur aduk—ada gugup, antusias, dan harapan besar untuk menyampaikan cerita melalui gerakan. Latihan demi latihan, jatuh bangun melatih koreografi, hingga merasakan kram di tubuh adalah bagian dari perjuangan. Tapi semua itu terbayar ketika musik mengalun dan tubuh ini bergerak seirama. Ketika saya menari, saya merasa bebas, seolah dunia berhenti hanya untuk menyaksikan cerita yang saya bawa. Tepuk tangan penonton bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa seni bisa menNari itu udah jadi bagian hidup aku sejak dulu. Awalnya sih coba-coba, cuma pengen ikut ekskul biar nggak bosan di sekolah. Tapi lama-lama malah jatuh cinta. Awal belajar, susahnya nggak ketulungan. Badan pegel-pegel, gerakan sering salah, bahkan pernah kena tegur pelatih gara-gara nggak fokus. Tapi dari situ aku belajar, kalau nari itu butuh kesabaran dan komitmen. Pas pertama k...
Komentar
Posting Komentar