MENARI
Menari adalah perjalanan jiwa yang tak pernah berhenti. Saat pertama kali melangkahkan kaki ke panggung, rasanya campur aduk—ada gugup, antusias, dan harapan besar untuk menyampaikan cerita melalui gerakan. Latihan demi latihan, jatuh bangun melatih koreografi, hingga merasakan kram di tubuh adalah bagian dari perjuangan. Tapi semua itu terbayar ketika musik mengalun dan tubuh ini bergerak seirama.
Ketika saya menari, saya merasa bebas, seolah dunia berhenti hanya untuk menyaksikan cerita yang saya bawa. Tepuk tangan penonton bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa seni bisa menNari itu udah jadi bagian hidup aku sejak dulu. Awalnya sih coba-coba, cuma pengen ikut ekskul biar nggak bosan di sekolah. Tapi lama-lama malah jatuh cinta. Awal belajar, susahnya nggak ketulungan. Badan pegel-pegel, gerakan sering salah, bahkan pernah kena tegur pelatih gara-gara nggak fokus. Tapi dari situ aku belajar, kalau nari itu butuh kesabaran dan komitmen.
Pas pertama kali tampil di depan banyak orang, aduh rasanya campur aduk. Deg-degan banget, takut salah, takut diketawain, tapi di sisi lain aku juga semangat banget. Begitu musik mulai, semua rasa takut itu hilang. Tiba-tiba aja badan gerak sendiri, kayak udah hafal setiap ketukan musik. Di atas panggung itu, rasanya bebas, kayak aku bisa jadi diri sendiri tanpa harus ngomong apa-apa.
Tapi ya, jadi penari juga nggak melulu gampang. Latihan itu kadang sampai tengah malam, apalagi kalau mau tampil di acara besar. Belum lagi harus nyesuaiin jadwal sama kerjaan atau kuliah. Capek? Banget. Tapi semua terbayar pas liat penonton tepuk tangan atau ada yang bilang suka sama penampilan kita. Itu bikin aku merasa, 'Oh, ternyata apa yang aku lakuin ada artinya.'
Buat aku, nari itu nggak cuma soal gerakan. Setiap gerakan itu kayak punya cerita, punya emosi yang pengen aku sampaikan. Kadang aku nari buat hiburan orang lain, kadang juga buat nyembuhin hati aku sendiri. Pokoknya, nari itu udah jadi cara aku buat nyambungin hati sama dunia. Makanya, walaupun capek, aku nggak akan pernah berhenti nari.
Komentar
Posting Komentar